Panpel Olimpiade izinkan atlet asing ikuti ajang uji coba di Tokyo

  • Bagikan
Panpel Olimpiade izinkan atlet asing ikuti ajang uji coba di Tokyo

Saat ini kami sedang menghitung berapa banyak atlet yang ingin berpartisipasi dalam acara uji coba

Jakarta (BORNEOFOCUS) – Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020, Senin, mengumumkan bahwa atlet asing bisa diundang untuk berpartisipasi dalam ajang uji coba sebelum pelaksanaan sebenarnya.

Acara tersebut berupa gladi bersih tentang cara mencegah penyebaran COVID-19, karena penyelenggara menggelar acara olahraga internasional ini selama masa pandemi global.

“Saat ini kami sedang menghitung berapa banyak atlet yang ingin berpartisipasi dalam acara uji coba. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setelah kami dapat memastikan angka tersebut,” kata pejabat senior Tokyo 2020 Yasuo Mori kepada Reuters.

Ajang uji coba akan digelar untuk lima kompetisi, termasuk atletik dan marathon, serta melibatkan atlet asing yang berpartisipasi, kata penyelenggara.

Ditanya apa yang akan dilakukan panpel jika ada gelombang infeksi lainnya saat ajang uji coba, Petugas Pelaksana Olimpiade Hidemasa Nakamura mengatakan mereka akan berkoordinasi dengan otoritas terkait situasi virus corona domestik dan lokal.”

Olimpiade Tokyo 2020 merencanakan 18 acara uji coba sebelum Olimpiade dimulai pada 23 Juli. Acara uji skateboard dan menembak bulan ini ditunda dari April hingga Mei karena dampak pandemi.

Estafet Obor Olimpiade dimulai minggu lalu, dengan para penonton diminta untuk tetap mengenakan masker, berdiri terpisah, dan bertepuk tangan alih-alih bersorak bagi pembawa obor.

Penyelenggara juga telah melarang kehadiran penonton internasional di Olimpiade. Keputusan tersebut tampaknya diterima secara positif oleh publik Jepang, dengan 85 persen mendukung keputusan tersebut, menurut jajak pendapat oleh harian Asahi Shinbun yang diterbitkan minggu lalu.

Jajak pendapat yang sama juga menunjukkan bahwa masyarakat masih berhati-hati pada Olimpiade, dengan 36 persen lebih memilih penundaan lagi, 33 persen pembatalan langsung, dan hanya 27 persen yang mengatakan Olimpiade tetap diadakan sesuai rencana.

Sumber Antara News

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *